Prasasti Batu Tulis Dieng

Prasasti Legenda Batu Tulis

Dibalik keindahan alam Dieng . Dieng memiliki sebuah prasasti yang berada di sebuah destinasi wisata ,yaitu di dalam kawasan Telaga Warna Dieng yang banyak menyimpan sejarah dan peninggalan di dalam area tersebut , salah satunya adalah Prasasti Batu Tulis ini, yang memiliki cerita dibalik Prasasti tersebut.

Cerita Dalam Masyarakat

Batu Tulis menurut masyarakat sekitar bahwa Batu Tulis ini sendiri juga sering disebut dengan batu "Semar" dikarenakan bentuk batu tersebut menyerupai dengan Tokoh Semar (Punakawan). Terlepas dari semua itu, tempat tersebut juga dianggap tempat yang sangat sakral , karena tempat tersebut juga pada jaman dulunya digunakan tempat bersemedi untuk para pelaku kejawen dan agama hindu dan itupun terkadang masih dilakukan banyak orang sampai dengan sekarang. Dalam cerita masyarakat bahwa Prasasti Batu Tulis tersebut dipercayai jika anak yang sudah berumur atau dalam kondisi waktunya ngomong belum bisa ngomong diajak ke Batu Tulis tersebut jadi bisa ngomong.
Area Prasasti Batu Tulis itu sendiri berada di area Bumi Mandala Sari yang diawal memasuki area tersebut di tandai dengan patung Ksatria dari kerjaan Majapahit pada jaman dulu yaitu patung " Gajah Mada" yang menggambarkan tentang rantai sejarah peradaban , kerajaan Mataram kuno dan Majapahit yang tergolong masih dalam satu kepercayaan ( Agama Hindu). Wisata Batu Tulis bisa dikunjungi oleh wisatawan manapun yang memasuki kopleks Telaga Warna Dieng.
Lokasi dan Rute
Lokasi prasasti Batu Tulis ini berada di dalam destinasi wisata yaitu Telaga Warna Dieng . Yang memasuki wilayah , Desa. Dieng Wetan, Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo. Dan jika kalian sudah berada di area Dieng kalian bisa mengambil jl. Telaga Warna dan tinggal ikuti arahnya aja, sebelum sampai dengan tujuan utama Telaga Warna entar ada tempat Parkir dan ada tulisan parkir Telaga Warna .
Aktivitas Wisata 
Untuk para wisatawan biasanya berkunjung ke area Telaga Warna untuk menikmati panorama alamnya yang begitu sejuk dan magis yang banyak mengandung banyak peninggalan sejarahnya , selain itu juga biasanya akan mengabadikan moment dengan teman- teman ataupun keluarga. Namun terkadang ada juga orang yang datang lalu menuju ke area tersebut untuk melakukan hal yang berbeda dari wisatawan yang lain , karena terkadang mereka datang ke situ untuk memohon kepada sang pencipta atau melakukan semedi di area tersebut, sampai sekarangpun terkadang ada orang dari luar pulau seperti pulau Bali yang biasanya orang tersebut datang dan melakukan sembahyang .
Jam operasional 
Jam operasional dari area Telaga Warna sendiri mulai dari pukul 07.30- 16.30 
Harga Tiket Masuk(HTM)
WNA: 50.000
WNI: 29.500
Jadi gausah bingung untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng yang akan kaya budaya dan sejarahnya . Karena semua wisata disini aman untuk dikunjungi kapanpun dan bersama siapapun. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nahkoda tanpa kusir Gua Jaran/ kuda

Relief menjulang tinggi Dieng

Banyu Mudal Slukatan