Panorama Bendungan

Bendungan wadaslintang

Bendungan wadas lintang adalah sebuah Bendungan yang berada di area Wonosobo Bendungan ini sendiri salah satunya Bendungan terbesar yang berada di daerah Wonosobo. Namun Bendungan ini bukan hanya dijadikan Bendungan biasa karena disana juga di jadikan tempat Wisata atau rekreasi oleh wisatawan yang ingin menikmatinya.

Kenapa bisa dijadikan Tempat Wisata?

Karena Bendungan Wadaslintang ini adalah sebuah bendungan yang terbesar yang berada di daerah Wonosobo yang menyuguhkan view panorama alamnya yang tak kalah jauh dengan Dataran Tinggi Dieng , yang bisa membuat memanjakan mata dikala berkunjung. Selain Bendungan disana juga masih banyak akan Wisata lainya, jadi gausah bingung jika ingin berkunjung .

Sejarah Bendungan

Waduk ini lalu mulai dibangun pada tahun 1982 oleh Hydro Resources Contractor Corporation (HRCC) asal Filipina dan Brantas Abipraya. Untuk mengalihkan aliran Sungai Medono selama pembangunan bendungan utama, terlebih dahulu dibangun terowongan pengelak sepanjang 729,7 meter. Pada saat sedang dibangun, sempat terjadi longsor di terowongan pengelak, sehingga menyebabkan ringseknya satu unit truk yang sedang berada di dalam terowongan tersebut.,

Setelah terowongan pengelak selesai dibangun, bendungan utama pun mulai dibangun. Bendungan utama dari waduk ini tergolong unik, karena inti dari bendungan merupakan urugan dari tanah liat yang dipadatkan dalam keadaan basah. Hal tersebut dikarenakan inti bendungan terpaksa dipadatkan pada saat musim hujan, sehingga kadar air di inti bendungan lebih tinggi daripada kadar air yang bisa menghasilkan kepadatan optimum. Untuk melakukan pemadatan dalam keadaan basah, HRCC dan Brantas Abipraya mengambil referensi dari Bendungan Monasavu di Fiji yang inti bendungannya juga dipadatkan dalam keadaan basah. Pemadatan inti bendungan dalam keadaan basah kemudian disetujui oleh Direktur Irigasi saat itu, Ir. Soewasono setelah mendapat rekomendasi dari sebuah panel yang beranggotakan sejumlah ahli bendungan asal luar Indonesia.

Waduk ini akhirnya dapat mulai diisi pada tanggal 25 Maret 1987, dan mulai digunakan untuk mengairi lahan pertanian pada tanggal 13 Februari 1989 setelah air yang tergenang di waduk ini mencapai ketinggian 185 meter. Pada tahun 1999, dilaporkan bahwa puncak bendungan dari waduk ini telah turun sebanyak 2 meter, sehingga setahun kemudian, dilakukan penambahan tinggi terhadap bendungan, agar puncak bendungan dapat kembali ke ketinggian semula.

Lokasi Bendungan

Terletak di sungai Bedegolan, Desa Sumberejo Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo dan Sebagian wilayah padureso, Kebumen.

Fungsi Bendungan

Fungsi dari Bendungan ini diperuntukan mengairi 31.853 hektar lahan yang berada di Kebumen dan purworejo, selain untuk mengairi Bendungan ini juga diperuntukan menjadi Pembangkit Tenaga Listrik yang mencapai 92 KWH dalam pertahun.

Fasilitas wisatawan

Tersedia area parkir yang memadai, Toilet, Gazebo untuk berteduh ataupun untuk menikmati pemandangan, Mushola, Warung Makan.

Aktivitas Wisatawan

Biasanya wisata yang berdatang ke Bendungan ini mereka akan melakukan aktivitas yang seperti biasanya dikala untuk berwisata , mengabadikan moment dengan cara foto bersama ataupun duduk-duduk sembari menikmati akan sejuknya udara dan panorama alamnya yang begitu memanjakan mata, ada juga yang datang untuk mencari spot mancing karena di bendungan ini juga terdapat sebuah spot mancing yang biasanya dilakukan oleh para penduduk sekitar ataupun luar dari desa tersebut.

HTM(Harga Tiket Masuk)

6.000 perorang

Jam Operasional 

07.00-17.00

Bendungan Wadaslintang adalah sebuah tempat yang bisa dikunjungi kapanpun itu sehingga biasanbanyak orang yang datang untuk berkunjung dan menikmati akan panorama alamnya yang bisa juga dijadikan tempat untuk belajar edukasi tentang akan Alam dan manfaatnya. Jadi, kapan mauliburan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nahkoda tanpa kusir Gua Jaran/ kuda

Relief menjulang tinggi Dieng

Banyu Mudal Slukatan