Tragedi Tahun 1997

 

Kawah Sinila.

Kawah sinila merupakan sebuah kawah yang berada di daerah Dataran Tinggi Dieng. Kawah Sinila ini berada di desa Kepucukan , kec , Batur Kab. Banjarnegara, letaknya tak jauh dari Sumur Jalatunda. 

Ringkasan tragedi yang terjadi.

Kawah Sinila pernah mengalami Erupsi di tahun 1997 yang menyebabkan, gempa bumi dan mengeluarkan gas beracun karbon dioksida ( CO2) . Akibat dari letusan tersebut warga Desa Kapucukan tersebut mengalami insiden yang tak di duga ratusan Warga dan dua orang relawan harus kehilangan nyawa.
Kawah sinila ini atau yang mirip seperti telaga , merupakan sebuah Kawah Vulkanik aktif dikawasan Dataran Tinggi Dieng, kec. Batur , Kab. Banjranegara. Dieng setidaknya memiliki 10 titik Kawah, namun dua diantaranya sangat berbahaya juga jika mengeluarkan gas beracun, yakni kawah Sinila dan juga kawah Timbang. Tragedi Kawah Sinila ini sendiri terjadi pada tanggal 20 Februari 1979. Tepatnya pada Pukul 01.55 dini hari, dikala waktu itu di siang harinya Warga Des, Kapucukan masih biasa saja dan tidak memiliki ke curigaan apapun , mereka masih melakukan aktivitas seperti biasanya , pergi ke ladang lalu melakukan hal yang biasa dilakukan di dalam ladang , sehingga tiba waktu sore , mereke pulang dan semua masih terlihat biasa saja. Namun naasnya dikala mereka sudah beranjak tidur pulas pada malam dinihari pada waktu menunjukan pukul 01.55 terdengarlah sebuah ledakan yang sangat dasyat , yang di imbangi dengan sebuah gempa bumi yang tidak seperti biasanya , ternyata sumber semua itu adalah dari Kawah Sinila tersebut yang tak jauh dari pemukiman Des Kapucukan. Warga yang sedang dalam kondisi tertidur lelap di tengah malam dinihari seketika berbubah menjadi sebuah kepanikan yang tak terbendungkan . Pada pukul 22.00 Warga yang belum tertidur lelap sudah merasakan , hawa yang begitu panas dan bau belerang yang sangat menyengat , sehingga pada waktu itu warga Kapucukan merasakan sesak nafas .

Upaya Warga Yang Terkena Musibah

Dan di sertai dengan hujan abu yang sudah mulai turun. Namun Warga kapucukan yang berusaha menyelamatkan diri dihantui fakta yang berbeda bahwa desa mereka saat itu sudah terkepung oleh lahar yang begitu panas, yang sehingga pada akhirnya, sebagian warga desa bisa menyelamatkan diri melalui bukit- bukit yang lebih tinggi dan jalan setapak yang belum tertutup oleh lahar. Sementara kebanyakan orang dari mereka malah berlari ke arah barat yang menuju ke SD desa Kapucukan. Tetapi nahas warga yang berusaha , pergi ke SD kapucukan tersebut menyelamatkan diri justru menghirup gas beracun dari Kawah Timbang, yang tak jauh juga dari Desa kapucukan tersebut. Satu persatu dari merekapun tumbang dan tergeletak meregang nyawa dijalan. Bahkan 2 relawan yang ikut membantu evakuasi turut menjadi korban. Ketika dievakuasi kondisi jasad korban banyak ditemukan berhamburan dijalan, bahkan beberapa sudah hancur ketika dipegang. Berdesarkan laporan BPBD Jawa Tengah, setidaknya 150 orang meninggal dunia ditempat dan 14.000 jiwa warga terpaksa mengungsi pada waktu saat itu. Dan diketahui juga kandungan karbondioksida Kawah Sinila pada saat kejadian mencapai angka 200.000.ppm( bagian per sejuta ) dan di Kawah Timbang mencapai 10.000 ppm. Padahal, seharusnya konsentrasi maksimum karbondioksida yang tidak membahayakan hanya sebesar 5.000ppm. Setelahnya, Desa Kapucukan dinyatakan tidak layak huni dan dihapus dari peta administratif kecamatan Batur , Banjarnegara Jawa Tengah. Kebanyakan warganya juga sudah direlokasi, baik disekitar kec. Batur maupun diikutsertakan dalam program transmigrasi. Hingga kini tinggalah sebuah harapan yang tak terlupakan dari kejadian . Hanya tinggalah sebuah kenangan yang tak bisa terlupakan. 1997


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nahkoda tanpa kusir Gua Jaran/ kuda

Relief menjulang tinggi Dieng

Banyu Mudal Slukatan