Tragedi Tahun 1997
Kawah Sinila.
Kawah sinila merupakan sebuah kawah yang berada di daerah Dataran Tinggi Dieng. Kawah Sinila ini berada di desa Kepucukan , kec , Batur Kab. Banjarnegara, letaknya tak jauh dari Sumur Jalatunda.
Ringkasan tragedi yang terjadi.
Kawah Sinila pernah mengalami Erupsi di tahun 1997 yang menyebabkan, gempa bumi dan mengeluarkan gas beracun karbon dioksida ( CO2) . Akibat dari letusan tersebut warga Desa Kapucukan tersebut mengalami insiden yang tak di duga ratusan Warga dan dua orang relawan harus kehilangan nyawa.Upaya Warga Yang Terkena Musibah
Dan di sertai dengan hujan abu yang sudah mulai turun. Namun Warga kapucukan yang berusaha menyelamatkan diri dihantui fakta yang berbeda bahwa desa mereka saat itu sudah terkepung oleh lahar yang begitu panas, yang sehingga pada akhirnya, sebagian warga desa bisa menyelamatkan diri melalui bukit- bukit yang lebih tinggi dan jalan setapak yang belum tertutup oleh lahar. Sementara kebanyakan orang dari mereka malah berlari ke arah barat yang menuju ke SD desa Kapucukan. Tetapi nahas warga yang berusaha , pergi ke SD kapucukan tersebut menyelamatkan diri justru menghirup gas beracun dari Kawah Timbang, yang tak jauh juga dari Desa kapucukan tersebut. Satu persatu dari merekapun tumbang dan tergeletak meregang nyawa dijalan. Bahkan 2 relawan yang ikut membantu evakuasi turut menjadi korban. Ketika dievakuasi kondisi jasad korban banyak ditemukan berhamburan dijalan, bahkan beberapa sudah hancur ketika dipegang. Berdesarkan laporan BPBD Jawa Tengah, setidaknya 150 orang meninggal dunia ditempat dan 14.000 jiwa warga terpaksa mengungsi pada waktu saat itu. Dan diketahui juga kandungan karbondioksida Kawah Sinila pada saat kejadian mencapai angka 200.000.ppm( bagian per sejuta ) dan di Kawah Timbang mencapai 10.000 ppm. Padahal, seharusnya konsentrasi maksimum karbondioksida yang tidak membahayakan hanya sebesar 5.000ppm. Setelahnya, Desa Kapucukan dinyatakan tidak layak huni dan dihapus dari peta administratif kecamatan Batur , Banjarnegara Jawa Tengah. Kebanyakan warganya juga sudah direlokasi, baik disekitar kec. Batur maupun diikutsertakan dalam program transmigrasi. Hingga kini tinggalah sebuah harapan yang tak terlupakan dari kejadian . Hanya tinggalah sebuah kenangan yang tak bisa terlupakan. 1997

Komentar