Peninggalan prasejarah Dieng

 


Gua Semar 

Gua Semar adalah salah satu  situs yang memiliki sejarah dalam dataran tinggi Dieng yang berada di  Des, Dieng, Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo Jawa Tengah. Gua Semar ini sendiri tempatnya tidak terbuka dan tidak banyak orang ataupun wisatawan mengetahuinya , karena Gua Semar berada di dalam destinasi wisata Telaga Warna yang menjadi destinasi utama para wisatawan dikala berkunjung ke Dieng.

Dalam sejarah yang beredar bahwa Gue Semar ini konon dijaga Eyang Semar. Gua ini pernah menjadi tempat bertapa para raja Jawa dan mantan presiden ke-3 Soeharto," tulis keterangan di depan Gue Semar.
Saat waktu itu berkunjung akhir pekan lalu, suasana di dekat tempat ini tampak sepi. Tak banyak memang pengunjung yang mengunjungi gua ini. Selain tempat ini ditutup pintu yang dikunci, juga harus menghubungi penjaga gua bila ingin berkunjung.

Untuk masuk kompleks gua ini membayar tiket Rp 29.500ribu. Pengunjung selain melihat Gua Semar juga bisa melihat Gua Pengantin, Gua Kuda, Gua Sumur, serta beberapa gua lainnya. Tapi ya itu tadi pengunjung lebih banyak menikmati suasana di pinggir telaga warna saja. "Gua Semar ini Wingit, katanya Soekarno juga pernah bertapa di sana," terang Slamet seorang warga Dieng. Di dalam gua Semar seluas 4 meter persegi itu tampak sebuah tikar tergelar. Pada saat pemilu legislatif lalu tak sedikit Caleg yang datang ke tempat ini.

Entah apa diperoleh dari bertapa di gua itu. Para penduduk Dieng jarang yang melakukan tirakat ala bertapa itu. Para raja Jawa dahulu memang menganggap Dieng wilayah suci. Tak heran kalau banyak candi terdapat di wilayah ini. Dan konon bila ingin memasuki Dieng, para Raja Jawa ini harus mandi di sumur suci lebih dahulu, sebelum melakukan tapa dan memasuki wilayah gua tersebut.

"Ujar penduduk, Ya orang sini mah, nggak ada yang bertapa, orang luar saja. Pejabat juga ada," terang Slamet. Anda tertarik bertapa di Gua Semar? Mungkin Anda bisa menengok dikala liburan ke Dieng dengan sakaligus menikmati danau Telaga warna yang ada pada Wisata tersebut. Namun kalian juga bisa berkunjung pada bulan Agustus mendatang sekaligus melihat acara Dieng Culture Festival. Acara tersebut udah menjadi salah satu event terbesar untuk dataran tinggi karena digelar setiap , 1 tahun sekali, pada bulan Agustus tersebut.

Tetapi ada kalanya juga pemangku adat Dieng melakukan kunjungan ke dalam Goa Semar, untuk menyerahkan sesaji pada bulan tertentu dan merawatnya , karena selain sejarah dan wisatawa dieng memiliki sisi lain dibagian spiritual juga , maka dari itu jika Dieng masih terjaga akan keane ragaman budayanya sampai sekarang tentunya tak luput pasti ada yang menjaga dan melestarikannya. Biasanya pada bulan 1 suro itu biasanya dilakukan pelarungan sesaji atau seserahan di wilayah, Bumi Pertolo atau Komplek Gua Semar tersebut karena disana bukan hanya , terdapat Gua Semar saja namun ada bebrapa Gua juga yang masih sampai sekarang.

Tentunya Gua Semar sendiri ini tak luput akan bersangkutan dengan cerita pewayangan seperti lakon pewayangan " Semar Bangun khayangan" sehingga dikala waktu itu mantan presiden ke- 3 melakukan pertapaan disitu di sini karena akan mendapatkan wahyu kasampurnaning jati (ilmu yang dapat membedakan yang baik dan yang buruk). Menurut legenda, wahyu ini diturunkan di Mandalasari (tempat tertinggi di khayangan). Yang pertama mendapatkan wahyu ini adalah Dewa Ismaya yang kemudian mengubah wujud menjadi sosok Semar, sehingga pada waktu itu mantang presiden ke- 3 kita melakukan meditasi atau bersemedi didalam Gua Semar tersebut. Jika kalian akan penasaran seperti apa Gua Semar itu sendiri kalian bisa liburan ke Dieng tentunya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paket wisata zona 1

Banyu Mudal Slukatan

Paket wisata jeep Zona 3