Tempat Peninggalan Relief Dieng
"MUSEUM KAILASA DIENG"
Museum kailasa adalah museum yang berad di dataran tinggi dieng yang bertempatak di Dieng kulon Banjarnegara .
Museum kailasa adalah tempat penyimpanan benda-benda bersejarah yang berada di dataran tinggi dieng , sperti arca-arca dan juga buku-buku kisah legenda dieng, museum kailasa sendiri memiliki cerita yang unik juga karena museum kailasa tersendiri memiliki 3 bangunan utama yaitu. Tempat penyimpanan bend cagar budaya. Tempat informasi /artefak dan lokasi tempat pemutaran film yang berkaitan tentang Dieng. Dan Tempat pertunjukan dan pertemuan besar.
Pendirian museum ini bermula pada tahun 1984 dengan nama Gedung Arca, sebagai tempat penyimpanan dan konservasi artefak arkeologis dari situs-situs candi Hindu yang tersebar di Dieng. Benda-benda tersebut termasuk arca-arca dewa-dewi Hindu seperti Siwa, Ganesha, dan Durga yang berasal dari abad ke -8 hingga ke -9 Masehi, ketika Dieng menjadi pusat peradaban Hindu di Jawa. Selain itu juga MUSEUM KAILASA ini mejadi tempat penyimpanan benda-benda kuno dikala peninggalan Hindu .Koleksi yang terkumpul dari hasil ekskavasi dan pelestarian oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mendorong pentingnya penyimpanan yang terorganisasi. Gedung Arca kemudian dikembangkan untuk memperluas fungsinya dari sekadar penyimpanan menjadi media edukasi publik. Bisaa untuk menjadi para edukasi para wisatawan dikala berkunjung ataupun menjadi tempat pembelajaran baru untuk lebih mengenal prasejarah yang ada di dataran tinggi Dieng . Selain mengenal akan sejarahnya tentunya MUSEUM KAILASA juga tak kalah akan panorama alamnya yang begitu menawan jadi bisa menjadikan tempat rekreasi dan tempat untuk belajar yang sangat memanjakan mata para wisatawan dikala berkunjung ke dataran tinggi Dieng .
Pada 28 Juli 2008, Gedung Arca resmi dikembangkan menjadi Museum Kailasa dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Jero Wacik. Perubahan nama ini memiliki makna simbolis mengacu pada Gunung Kailasa, yang dalam kepercayaan Hindu merupakan tempat tinggal Dewa Siwa. Hal ini mencerminkan latar belakang budaya dan keagamaan artefak-artefak yang disimpan di museum tersebut, sehingga MUSEUM KAILASA sendiri menjadi tempat yang bersejarah dan juga tempat menambah wawasan dikala liburan.
Peresmian ini juga menandai perluasan fungsi museum, yang tidak hanya menampilkan artefak arkeologi, tetapi juga menyuguhkan informasi tentang alam, geologi, flora-fauna Dieng, serta kehidupan sosial masyarakat lokal dari masa ke masa dari masa Hindu hingga masa saat ini , disana pun terdapat gedung 1 yang dapat untuk menyaksikan dokumenter cuplikan sejarah dieng , jadi bukan hanya berkunjung biasa namun bisa mendapatkan edukasi yang lebih baik dan sempurna tentunya.
Mitos dan legenda tentang museum kailasa itu sendiri adalah dulu-dulunya tempat tinggal para dewa, nama kailasa itu sendiri diambil dari nama sebuah gunung suci, dalam mitologi Hindu tempat tinggal dewa siwa museum ini bukan sekedar tempat penyimpanan arca. Dibuka pertama kali pada tahun 1984 meseum ini menjadi jendela untuk melihat, sejarah , budaya , serta kekayaan alam yang mena jubkan untuk melihat dataran tinggi dieng jadi, saat kamu ke dieng jangan hanya menikmati alamnya , tapi selami juga ceritanya disini.
Isi dalam museum
Museum Kailasa memiliki dua bangunan utama. Bangunan pertama menampilkan koleksi arkeologis seperti arca Hindu dari abad ke -8 hingga ke -9 Masehi, di antaranya arca Ganesha, Siwa Mahadewa, Agastya, serta beberapa fragmen bangunan candi. Beberapa prasasti, termasuk Prasasti Mangulihi, juga dipamerkan untuk menunjukkan konteks sejarah kawasan tersebut. Yang menjadi daya tarik dikala berkunjung dan menambah rasa ingin tahu akan hal sejarah dikala kehidupan Hindu di dataran tinggi Dieng .
Bangunan kedua berfungsi sebagai pusat informasi budaya dan alam Dieng. Di dalamnya terdapat informasi geologi, ekosistem pegunungan, flora dan fauna lokal, serta potret kehidupan masyarakat, seperti sistem pertanian, kepercayaan lokal, dan tradisi anak gembel yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Dieng. Yang menjadi salah satu adanya Dieng Culture Festival (DCF) yang biasanya diadakan pada 1 tahun sekali di setiap bulan Agustus dimana bulan tersebut biasanya akan datangnya embun upas yang ber semikan salju yang menjadi daya tarik para wisatawan, untuk menikmati dingin nya dan konser-konser besar dan menikmati akan penerbangan lampion kala festival itu tiba.
Untuk liburan lebih berkesan dan berbeda kami juga sediakan jasa paket wisata jeep fun adventure lho
Info pemesanan lebih lanjut Whatsapp: 0858-4271-9074
HTM masuk wisata :5.000/org
Paket Include :
- Jeep fun Adventure
- Driver
- BBM
- Parkir
- Pelayanan Sepenuh hati

Komentar